3 Faktor Yang Mempengaruhi Breakdown Unit

https://pernando413.blogspot.com/2021/03/3-faktor-yang-mempengaruhi-breakdown.html

Breakdown unit permasalahan krusial pada perkebunan kelapa sawit

Pada pembahasan artikel ini saya hanya membahas sekitar dunia kerja di perkebunan kelapa sawit. Karena permasalahan kerusakan unit ini dan penanganannya merupakan salah satu permasalahan yang banyak terjadi saya jumpai pada dunia perkebunan dan belum ada penanganan yang serius 100 % untuk dunia traksi di kebun.

Apa penyebabnya, ini adalah tiga item penting yang sering terjadi sehingga banyak unit breakdown pada dunia perkebunan.

https://pernando413.blogspot.com/2021/03/3-faktor-yang-mempengaruhi-breakdown.html

Terjadinya breakdown dipengaruhi oleh 3 hal:

1. Kesadaran yang minim dari si operator untuk benar melakukan inspeksi
Ya ini memang benar, banyak operator perkebunan kurang menyadari hal ini. Kurangnya pengecekan yang dilakukan pada unitnya, sehingga sering breakdown. Memang dunia perkebunan tidak sedisiplin industri lain, jadi masih jauh dari apa yang diharapkan. Karena kedisiplinan adalah hal yang terutama agar unit selalu siap untuk operasi.

Workshop sudah memberi instruksi dalam bentuk ceklist laporan yaitu daily ceklist operator, karenan kurangnya displin, kebanyakan para operator hanya menconteng ceklist tanpa benar-benar memperhatikan setiap item yang diceklist bagus atau tidak ada kerusakan ringan maupun berat.

2. Kesadaran sioperator untuk mencintai alatnya seperti miliknya sendiri
Para operator setiap pagi harus mengecek alatnya, melakukan pengecekan dan pembersihan pada alatnya setiap pagi dan setelah pulang kerja. Operator harus merasa bahwa unit yang dibawanya adalah seperti milik pribadi walaupun itu milik perusahaan yang diserahkan kepadanya untuk mengoperasikan dan menjaganya.

Bila kesadaran itu tidak timbul dari dalam diri sioperator maka bisa dipastikan dalam seminggu hari kerja pasti akan ada yang rusak. Karena bila tidak mencintai unit seperti milik pribadi dia akan sesuka hatinya memakai dan menggunakan unit tersebut saat bekerja tanpa memikirkan istruksi kerja dan SOP yang sudah diberikan.

Dengan cara seperti itu akan merugikan kedua belah pihak, pertama sioperator dengan seringnya alatnya rusak maka kerjanya akan terhenti atau macet itu akan berpengaruh kepembayaran gajinya, penerimaan gajinya akan berkurang karena kurangnya jam kerja yang terpotong karena kerusakan alat.

Yang kedua dengan perusahaan, akibat dari kerusakan unit yang terjadi atau sering, maka akan berpengaruh pada cost perusahaan, biaya perbaikan akan meningkat, karena perusahaan akan mengeluarkan dana perbaikan untuk pembelian spearpart dan pembayaran jasa mekanik akan meningkat, karena banyaknya kerja otomatis lembur mekanik akan meningkat.

Dengan tingginya kerusakan unit maka cost perbaikan akan tinggi dan alokasi anggaran biaya yang sudah ditetapkan setiap unit dalam satu tahun akan habis, yang membuat cost unit minus dan berpengaruh pada kinerja traksi atau perbengkelan. Dengan pembengkakan cost tersebut maka perusahaan akan menganalisa kelayakan dari siperator, apakah masih bisa di pakai jasanya atau tidak?

3. Kurangnya maintenance yang dilakukan dengan baik oleh team workshop

https://pernando413.blogspot.com/2021/03/3-faktor-yang-mempengaruhi-breakdown.html

Maintenance adalah bentuk pencegahan untuk penanganan unit agar tidak mengalami unit yang semakin parah. Ada beberapa jenis kerusakan yaitu kerusakan ringan dan kerusakan berat. Workshop sudah memiliki perencanan inspeksi dan perbaikan unit, dari inspeksi harian unit sudah terjadwal untuk masuk keworkshop untuk dilakukan ispeksi oleh mekanik. Terkadang kurangnya kesadaran dan rasa kepedulian dari mekanik dalam melakukan inspeksi, sehingga pengecekan ada yang asal-asalan seperti yang dilakukan sioperator pada pembahasan sebelumnya.

Ada sebagian mekanik yang melakukan inspeksi selalu menunda-nunda perbaikan, misalnya ada kerusakan ringan, dalam ceklist di lapor bagus padahal mengalami kerusakan ringan. Dan tidak langsung aksien untuk perbaikan agar tidak mengalami kerusakan berat.

Dengan penundaan perbaikan tersebut, unit lama kelamaan akan mengalami kerusakan yang lebih besar jika menunggu jadwal inspeksi perbaikan selanjutnya ke workshop. Bisa jadi sehabis dari workshop di tengah jalan atau pada saat kerja di afdeling unit akan mengalami kerusakan. Ini akan mengurangi performance mekanik, dan dampaknya harus menyita waktu lagi untuk mengirim mekanik ke lokasi untuk menanganinya.

Jadi dalam ketiga item penting yang dibahas tersebut semua harus memiliki kesadaran dan punya tanggung jawab penuh pada pekerjaannya masing-masing agar tingkat kerusakan unit bisa teratasi. Semuanya harus saling bekerja sama dan kompak dalam team, jadi setiap ada kerusakan si operator harus segera sigap melaporkan pada mekanik, dan mekanik juga harus segera aksien untuk memperbaiki tanpa harus menunda sehingga breakdown unit bisa di minimalis.

Jadi dalam tubuh workshop perbengkelan harus bersinergi, sehingga workshop memiliki kinerja yang baik dan selalu dapat mensupport afdeling dalam proses pekerjaan, terutama dalam pengiriman buah kepabrik untuk target 0 restan.