Mengenal Komponen Engine Alat Berat

Engine dan komponen alat berat dan fungsinya

Produk utama dari engine umumnya untuk alat berat yakni produk yang memakai Mesin Diesel 4 langkah, Diesel power dipakai sebab bisa memberikan daya yang sangat besar. Pada penjelasan sebagai berikut yakni memperkenalkan apa saja bagian-bagian yang dipaki untuk Mesin Diesel.

Berikut penjelasan mengenai komponennya:

1. Cylinder block

https://pernando413.blogspot.com/2021/04/mengenal-komponen-engine-alat-berat.html

Block adalah bagian yang begitu penting, selain itu block sebagai tempat untuk menyimpan tenaga, block memiliki fungsi merupakan tempat terikatnya bagian - bagian penting dari peralatan untuk mesin. Block ini sangatlah kuat, karena menghasilkan gaya, tekanan, panas dan berat yang di bebankan sebagai tumpuan pada cylinder block ini.

Macam-macam cylinder block dapat di bagi pada dua bagian yaitu:

1). In - Line : lubang liner yang terdapat pada cylinder dengan posisi yang sejajar.

2). V - Engine : yaitu susunan liner yang dibuat dan membentuk huruf V.

2. Cylinder liner

Manfaat dari ininer ini yaitu sebagai tempat atau rumah pemandu dari gerakan piston, membentuk ruang bakar serta yang bisa berfungsi sebagai penyerap panas atau hasil pembakaran sebab pada dingding liner yang memiliki saluran pendinginan pada mesin diesel. Terdapat juga liner yang langsung satu pada cylinder block.

3. Piston

https://pernando413.blogspot.com/2021/04/mengenal-komponen-engine-alat-berat.html

Piston berfungsi sebagai pemindah gaya dari hasil pembakaran pada saat penggunaan piston yang terdapat pada beragam jenis - jenis konstruksinya:

* Composite dimana steel crown dan alumunium skirt yang terikat dengan baut untuk jadi satu.

* Cast alumunium crown dengan iron band untuk kompresi ring serta forged alumunium skirt yang dilas dengan electron beam.

* Cast alumunium piston tunggal dengan iron band untuk rumah piston ring. Model ini adalah yang paling banyak pemakaiannya.

* Two-pieces articulated, merupakan penggabungan forged steel crown dengan pin bore dan bushing serta cast alumunium skirt yang terpisah, penggabungannya bersama oleh wrist pin.

4. Ring piston

https://pernando413.blogspot.com/2021/04/mengenal-komponen-engine-alat-berat.html

Pada setiap piston mempunyai dua ring piston maupun lebih yang posisinya pada groove piston. Ring piston ini memiliki 3 fungsi utamanya yakni :

1. Sebagai penyekat pada ruang bakar.

2. Sebagai pengatur pelumasan pada dinding cylinder.

3. Sebagai pendingin piston untuk memindahkan panas yang ditimbulkan ketika terjadinya proses pembakaran.

Dari jenisnya, di temukan dua macam ring piston :

1. Compression ring atau ring kompressi yang memiliki fungsi utuk menyekat bagian bawah pada ruang pembakaran dengan mencegah supaya tidak ada gas yang bocor melewati piston.

2. Oil ring atau ring oli yang memiliki fungsi untuk mengontrol oil film pada dingding pada saat piston bergerak naik turun untuk mengurangi keausan pada liner, piston serta ring. Oil control mempunyai expander spring yang bisa membantu untuk mengatur oil film.

5. Connecting rod

https://pernando413.blogspot.com/2021/04/mengenal-komponen-engine-alat-berat.html

Connecting rod sebagai penghung atara piston dan crankshaft dan memindahkan gaya dari hasil pembakaran ke crankshaft.

Komponen-komponen pendukung dari connecting rod :
1. Rod eye, gudgeon end atau small end berfungsi untuk menahan piston pin bushing.

2. Piston pin bushing berfungsi sebagai untuk mendistribusikan beban dan bisa dilakukan penggantian ketika sudah mengalami keausan.

3. Shank merupakan bagian connecting rod antara small dan big end, berbentuk I beam yang sangat kuat dan kaku.

4. Crankshaft journal bore dan cap yang posisinya di bagian ujung besar atau big end pada connecting rod. Komponen ini membungkus crankshaft bearing journal dan mengikat connecting rod ke crankshaft.

5. Bolt dan nut rod berfungsi untuk mengikat rod dan cap pada crankshaft yang sisebut crank end atau big end pada connecting rod.

6. Big end bearing connecting rod yang terletak pada crank end. Crankshaft berputa didalam bearing connecting rod, yang menghasilkan beban. Connecting rod memindahkan hasil pembakaran ke crankshaft serta mengubah gerakan naik turun menjadi gerakan berputar.

Connecting rod berbahan besi tempa yang dikeraskan dan si shot peen untuk membuang tegangan. Pada ujungnya di desain tirus agar memberikan tambahan bidang kontak antara pin dengan bore saat langkah tenaga. Ini menghasilkan kekuatan serta ketahanan tambahan dari piston dan rod assembly.

6. Bearing connecting rod

https://pernando413.blogspot.com/2021/04/mengenal-komponen-engine-alat-berat.html

Bearing connecting rod atas terpasang di connecting rodan dan dinamakan upper half shell. Setengah bagian lagi terpasang pada cap yang disebut lower half shel. Standarnya upper half sheel untuk menahan beban yang lebih besar.

Pada lokasi lug adalah bagian yang tak dapat di pisahkan dari bearing shell serta di pakai untuk memastikan bearing duduk dengan tepat pada connecting rod ataupun cap.

7. Crankshaft

https://pernando413.blogspot.com/2021/04/mengenal-komponen-engine-alat-berat.html

Crankshaft dibuat dari baja carbon tempa atau carbon steel forging yang permukaannya dikeraskan.

Big end dari connecting rod memutar crankshaft, yang posisinya berada di bagian bawah mesin block. Crankshaft memindahkan gerak putar ke flywheel juga lainnya (clutch, transmission dan lain-lain) serta menghasilkan tenaga yang sesua untuk kerja.

Crankshaft untuk in line mesin biasanya memiliki satu connecting rod bearing journal di tiap cylinder, sedangkan untuk V-engine disetiap connecting rod bearing journal menangani dua buah cylinder.

Connecting rod bearing journal penentu letak piston dan kapan piston itu berada di posisi titik mati atas ( TMA ).
Beberapa connecting rod bearing journal memiliki lightening hole atau lubang peringan supanya memperkecil berat serta membantu keseimbangan crankshaft.

Crankshaft mempunyai lubang oli untuk mengalirkan oli dari main bearing journal mengarah ke connecting rod bearing journal. Salurang ini tertutup di salah satu ujungnya dengan memakai cup pluga atau set crew.

Counterweight dipakai untuk menopang keseimbangan crankshaft serta memperkecil efek getaran atau vibrasi ketika mesin berputar. Counterweight bisa menyatu maupun terpisah pada crankshaft dan diikan oleh baut dengan cranksahft.

Main bearing sebagai penyangga crankshaft di block serta sejajar antara satu dengan lainnya.

8. Vibration damper
vibration damper adalah komponen untuk menghilangkan getara puntir atau torsional vibration karena variasi gaya pada piston setelah crank atau start engine.

Torsional vibration adalah gaya berirama atau rhythmic force yang terjadi diantara dua langkah tenaga. Hilang timbulnya gaya di cranckshaft mengakibatkan crankshaft terpuntir secara bergiliran. Bila pengukuran tak di lakukan guna mencegah hal ini, suara mesin akan kasar dan crankshaft bisa patah.

Ada 2 macam vibration damper :

1. Rubber damper dengan memakai karet untuk meredam getaran atau vibrasi.

2. Viscous damper dengan memakai oli berat dan free floating steel ring berguna untuk meredam getaran atau vibrasi.

9. Flywheel

Flywheel terdiri dari :

* Flywheel

* Ring gear yang bisa disekeliling flywheel serta di pergunakan untuk menghidupkan mesin.

* Flywheel housing.

Berfungsi sebagai penghubung antara mesin dan beban, flywheel diikat memakai baut yang terletak pada belakang crankshaft. Sehingga crankshaft memutar flywheel untuk langkah tenaga dan momentum pada flywheel menjadikan crankshaft berputar dengan halus selama terjadinya 3 langkah lain disetiap cylinder mesin bercylinder banyak.

Flywheel bisa berfungsi sebagai :

1. Menyimpan tenaga ketika momentum diantara langkah tenaga.

2. Memperkecil goyangan torsional ataupun rotational pada crankshaft.

3. Meneruskan tenaga pada mesin, torque converter, beban ataupun komponen transmisi lain.

10. Camshaft
Camshaft yang dibuat dari alloy steel khusus yang ditempa serta dikeraskan supaya handal juga tahan lama. Camshaft gear dipanaskan lalu di press ketika proses pemasangannya. Seluruh camshaft mempunyai bearing journal dan lobe pada tiap atau sepasang valve dan fuel injector.

Pada camshaft mengontrol saat buka tutup intake dan exhaust valve serta beberapa komponen, juga mengontrol fuel injector. Komponen ini di sebut camshaft sebab lobenya menyerupai telur atau cam.

Ketika camshaft berputar, cam akan bergerak naik turun, menekan cam follower seta komponen valve train agar membuka dan menutup valve engine. Ketika posisi cam berada diatas valve akan membuka penuh.