Kekentalan Oli Pada Mesin Diesel

https://pernando413.blogspot.com/2020/09/kekentalan-oli-pada-mesin.html

* Memilih Oli yang benar

Mesin memerlukan oli dari jenis yang benar, kekentalan (viskositas) yang benar dan jumlah yang benar agar dapat bekerja dengan benar. Oli harus melumasi, membersihkan dan mendinginkan komponen mesin dalam beberapa keadaan kerja. Oli harus mengalir dan melumasi dalam cuaca yang dingin dan mampu menahan panas tanpa membuat oli tersebut menjadi encer atau rusak.

* Tingkat SAE

Society of Automotive Engineers (SAE) telah mengembangkan sistem klasifikasi untuk menentukan kemampuan oli menghadapi keadaan yang extream tanpa terjadi kerusakan. Oli ditentukan menurut jenis dan viskositasnya.

* Jenis oli

Jenis oli menyatakan sifat kinerjanya seperti detergennya, dispercansy (additive yang bersifat untuk mencegah terjadinya gumpalan pada oli apabila oli mulai kotor karena karbonisasi ataupun karena hal lainnya), dan daya tahan terhadap terjadinya kerusakan. Jenis oli dikenali dengan huruf alfabet seperti CE atau CF-4.

* Mengenali jenis oli

Berbeda model mesin memerlukan jenis oli yang berbeda, yakinkan anda menggunakan jenis oli yang direkomendasikan untuk mesin tersebut. Perhatikan literatur yang berlaku untuk mengetahui rekomendasi yang benar.

* Viscositas

Viscositas menyatakan sifat dasar daya hambatan oli untuk mengalir, aliran oli berhubungan langsung dengan seberapa baiknya oli menyelimuti dan melindungi parts. Viscositas berubah menurut temperatur. Bertambah tinggi temperatur akan berkurang viscositas dan akan membuat oli lebih encer.

Viscosity index
Viscosity index (index viscositas) atau VI adalah suatu ukuran kemampuan dasar oli untuk menahan terjadinya perubahan viscositas apabila terjadi perubahan temperatur.

1. Oli yang mempunyai VI yang tinggi akan mengalami perubahan viscositas kecil apabila terjadi perubahan temperatur.

2. Oli yang mempunyai VI yang rendah akan mengalami perubahan viscositas besar apabila terjadi perubahan temperatur.

Adalah sangat penting apabila oli tidak menjadi encer pada temperatur yang tinggi. Oli yang encer tidak memberikan pengamanan yang cukup terhadap kerusakan.

* Multiviscosity oil

Oli yang mempunyai viscositas ganda telah mengalami perubahan kimiawi untuk memperpanjang masa operasinya. Viscositas oli yang rendah dicampur dengan additive akan membuat oli menjadi kental ketika temperatur naik. Apabila oli yang berviscositas ganda menjadi rusak (jelek), maka viscositas oli akan kembali ke viscositas yang rendah dari oli dasar.

* Tingkat viscositas

The society of automotive engineer mengklasifikasi oli menurut huruf SAE dan diikuti oleh nomor. Nomor menjelaskan tingkat viscositas. Oli yang berviscositas tunggal hanya mempunyai sebuah nomor. Oli yang berviscositas ganda mempunyai dua nomor.

Angka yang kecil berarti oli tersebut lebih encer, dan angka yang lebih baik besar berarti oli tersebut lebih kental.

Untuk oli yang berviscositas ganda:

- Nomor yang pertama untuk cuaca dingin.

- Nomor yang kedua untuk cuaca panas.

Oli untuk musim dingin dengan huruf ‘’W’’ ditentukan utuk oli musim dingin, yang ditest mempunyai viscositas yang benar pada 0 derajat fahranheit. Nomor tingkat viscositas tanpa “W” ditentukan untuk oli musim panas, yang ditest mempunyai viscositas yang benar pada 210 derajat Fahranheit.

*Additives oli

Oli dasar biasanya dihasilkan dari penyulingan oli mentah. Oli dasar tidak dapat menyediakan cukup pengamanan dan pelumasan untuk mesin yang berkinerja tinggi saat ini. Additive oli tentu telah dibuat untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan oli tersebut.

https://pernando413.blogspot.com/2020/09/kekentalan-oli-pada-mesin.html

* Beberapa Additive oli yang umum

1. Detergen yang membuat agar mesin selalu bersih.

2. Bahan anti aus yang mengurangi gesekan

3. Dispersan menjaga agar partikel pencemar oli tidak menimbulkan gumpalan.

4. Unsur alkalin membantu menetralkan asam didalam oli.

5. Inhibitor oksidasi mencegah oli teroksidasi apabila terkena udara, oksidasi menyebabkan terbentuknya asam organik dan pembentukan zat karbonat.

6. Despressant pour-poin menjaga agar oli tetap bersuhu rendah. Oli dasar petroleum mengandung lilin, yang akan mengkristal pada suhu rendah. Desspresant pour-point mencegah terbentuknya kristal lilin tersebut.

7. Peningkat viscositas menjaga agar oli tidak menjadi terlalu encer pada suhu tinggi.

* Total Base Number (TBN)

Additive oli yang sangat umum yang anda jumpai adalah total base number (TBN). TBN dihasilkan dengan menambah unsur alkalin ke dalam oli dasar. Lebih banyak alkalin terdapat didalam oli, maka lebih tinggi TBN dan lebih besar kemampuannya untuk menetralisir asam.

* Sulfur

Jumlah additive alkalin yang terdapat didalam oli ditunjukkan oleh TBN. Bahan bakar diesel mungkin mengandung belerang, apabila bahan bakar ini terbakar, maka belerang membantu menimbulkan asam. Asam yang sangat korosif (penyebab karat) akan mencemari oli.

* Menetralkan belerang

Additive alkalin yang terdapat didalam oli akan menetralkan asam ini, hal ini akan mencegah asam sulfat menimbulkan karat pada part dari logam. Nomor TBN oli menunjukkan seberapa baiknya oli tersebut menetralkan asam. Karena bahan bakar yang berbeda mengandung kadar belerang yang berbeda, maka adalah sangat penting untuk menggunakan TBN yang cukup tinggi.

Patuhi anjuran yang ditentukan pabrik mesin, lama-lama additive oli akan mengalami degradasi (penurunan kwalitas), dan kemampuan oli untuk melumasi juga berkurang. Apabila anda tidak cukup sering mengganti oli, maka oli akan teroksidasi dan additive akan berkurang yang akan memungkinkan terbentuknya lumpur.