Prosedur Test Mesin Pada Cooling System Test

Karena cooling sistem merupakan salah satu hal yang vital dalam kelancaran pengoperasian mesin, maka perlu dilakukan beberapa prosedur pengujian untuk menyakinkan apakah cooling sistem bekerja dengan baik.

* Check coolant level

Periksa level air pendingin secara berkala sebelum mesin dihidupkan. Sistem pendingin bisa bertekanan. Ketika membuka tutup radiator, kendorkan secara perlahan untuk menghidari kecelakaan terutama waktu sistem pendingin dalam keadaan panas. 
 
Selalu menggunakan petunjuk pengoperasian dan perawatan untuk level pengisian, dengan ditandai plat patokan pada bagian dasar saluran tempat pengisian air radiator.

* Testing antireeze concentration

Kebanyakan pendingin alat berat dan battery tester menunjukkan cara membaca temperatur titik beku lengkap dengan hasil yang langsung diketahui dalam F° atau C°.

* Coolant test prosedur

Pemakaian alat penguji konsentrasi air pendingin, buka tutup dan bersihkan sisi permukaan kaca dimana cairan akan ditempatkan. Teteskan cairan yang akan ditest, lalu tutup kembali, arahkan kecahaya atau sinar serta pastikan posisinya tepat diatas tester.

Temperatur titik beku akan terbaca pada garis lintang yang membatasi porsi antara terang dan gelap didalam sisi kaca. Bacalah temperatur pada daerah skala untuk ethylene glycol.

* Hasil pengukuran coolant test

Untuk menentukan pemakaian konsentrasi anti beku lebih lanjut dari coolant tester, dapat diperoleh dari grafik kurva titik beku yang terdapat pada gambar  dibawah.

Lihat gambar:
1.Perhatikan grafik kurva titik beku pada salah satu buku tersebut
2.Masukkan data hasil pengujian kedalam grafik temperatur titik beku
3.Temukan dan tarik garis temperatur (freezing point °F atau °C) sampai memotong garis kurva titik beku yang ada ditengah gambar, kemudian hubungkan dari titik perpotongan tersebut kegaris konsentrasi anti beku.
4.Bacalah nilai (%) konsentrasi antifreeze.
 
 
https://pernando413.blogspot.com/2020/09/prosedur-test-mesin-cooling-system-test.html

* Pengukuran dengan coolant test kit

Cairan lain untuk mengetes konsentrasi antifreeze dalam air pendingin adalah dengan menggunakan coolant test kit. Bola yang mengapung didalam pipet, menunjukkan konsentrasi dari antifreeze.

Cara pengetesan :
Isi pipet yang berisi dua bola dengan air pendingin yang akan dites. Perhatikan beberapa jumlah bola yang mengapung didalam pipet, lalu bacalah hasil tes tabel instruksi yang didapat dalam test kit.

Contoh:
-Jika kedua bola mengapung, maka konsentrasi antifreeze dalam air pendingin yang tinggi.
-Jika kedua tenggelam, maka konsentrasi antifreeze dalam air pendingin terlalu rendah.
-Konsentrasi yang baik yaitu salah satu bola tengelam dan lainnya mengapung.

* Coolant conditioner concentration

Konsentrasi antifeeze harus diketahui terlebih dahulu, sebelum melakukan pengetesan konsentrasi kadar conditioner air pendingin mesin (coolant conditioner concentration). Karena kadar antifreeze dalam air pendingin akan menentukan pembacaan hasil pengetesan secara tepat.

Pengetesan conditioner concentration
Untuk melakukan pengetesan konsentrasi atau kadar konditioner dari air pendingin, diperlukan seperangkat alat yaitu 8T5296 conditioner test kit.

Dengan prosedur:
1. Dengan memakai pipet pengukur yang terdapat didalam test-kit, ambil 1 (satu) millimeter air pendingin yang akan ditest dan masukkan kedalam botol berskala yang tersedia (botol harus dalam keadaan bersih).

2. Tambahkan air tersebut dengan air bersih (aqua), hingga tinggi air pada botol menunjukkan angka 10 millimeter.

3. Masukkan 2(dua) atau 3 (tiga) tetes solusi B (cairan merah), kemudian dikocok hingga merata.

4. Setelah itu, tuangkan solusi-A (cairan kuning) setetes demi setetes kedalam botol dan dikocok. Hitung berapa jumlah tetes yang dimasukkan, sampai cairan didalam botol berubah warna menjadi hijau, biru atau abu-abu.

Hitungan jumlah tetes dari solusi A tersebut, dimasukkan dan dibaca pada tabel tersedia didalam test kit seperti dibawah ini:
 
 
https://pernando413.blogspot.com/2020/09/prosedur-test-mesin-cooling-system-test.html
 
Masukkan % konsentrasi dari antifreeze kedalam tabel, untuk menentukan kolom mana yang digunakan (0 : 30 % atau 30 : 60 %). Kemudian dari jumlah tetes yang diperoleh, bacalah pada kolom yang sesuai.

* Penyesuaian campuran air pendingin ( Adjusting coolant mix )

Setelah mengukur konsentrasi antifreeze dan coolant conditioner pastikan apakah campuran air pendingin (coolant mix) perlu diperiksa dan disesuaikan (kadar conditioner ditambah atau dikurangi):

1. Jika level air pendingin kurang tetapi konsentrasinya cukup atau sesuai spesifikasi, tambahkanlah kekuarangan tersebut dengan air yang kadar conditionernya cukup pula.

2. Apabila konsentrasi terlalu tinggi, buanglah bagian dari air pendingin tersebut dan tambahkan dengan air baru (air bersih atau aqua) sampai batas (level) yang ditentukan.

Selanjutnya lakukukan pengetesan ulang, hingga diperoleh hasil yang memadai. Jangan menambahkan conditioner, jika campurannya sudah pas.

* Visually examine coolant

Setiap melakukan perawatan service ( maintenance ) pada sistem pendingin (cooling system), periksalah kondisinya secara visual sekiranya ditemukan kandungan oli (1), solar (2) atau kotoran (3) pada air pendingin. Karena ini menunjukkan ada kerusakan pada mesin (sistem pendingin), yang perlu segera dilakukan tindakan untuk diperbaiki.

* Visually examine engine

Periksalah mesin, jika ditemukan tanda-tanda kebocoran pada sistem pendingin. Karena kebocoran akan memberi peluang masukknya udara, kotoran atau cairan lain kedalam sistem. Diantara dapat menimbulkan kavitasi dan menyebabkan menurunnya kapasitas air pendingin mesin.

* Pengetesan tutup radiator ( Radiator cap test )

Lakukan pengetesan fungsi tutup radiator (radiator cap), disetiap perawatan rutin dari sistem pendingin. Hal ini untuk memastikan apakah klep (valve) pada tutup radiator pada aktu mesin beroperasi, akan membuka pada tekanan yang ditentukan.

Prosedur pengetesan tutup radiator:
1.Lepas tutup radoiator
2.Pasang tutup tersebut pada pompa tekan (pressurized pump) dengan posisi yang telah tertentu.
3.Lakukan proses pemompaan sambil memperhatikan pressure gauge. Pada tekanan tertentu tidak akan naik lagi, meskipun terus dipompa.
4.Bandingkan hasil yang diperoleh dengan spesifikasi yang ditentukan.
5.Jika tidak sesuai dengan spesifikasi, berarti klep sudah rusak dan gantilah dengan tutup yang baru. Demikian sebaliknya, tutup dapat dipakai kembali.

* Radiator Cap seal test

Lepaskanlah seal dari tutup radiator lalu periksa dan perhatikan aakah terdapat kotoran, kerusakan pada permukaan atau putus. Jika masih baik dapat digunakan kembali atau sebaliknya ganti dengan yang baru.

* Temperatur regulator test

Thermostat (water temperatur regulator) harus diperiksa, disetiap melakukan perawtan menyeluruh (major maintenance) pada sistem pendingin (cooling sistem). Karena kerusakan pada thermostat dapat menyebabkan oeverheating atau oevercooling, yang bisa berakibat fatal bagi kerusakan mesin.

Untuk itu periksalah kerusakan fisik dari thermostat, kemudian lakukan pengetesan dengan cara merebusnya didalam air. Selanjutnya monitor temperaturnya, berapa derajat thermostat mulai membuka.

* Regulator test prosedur

1.Lepaskanlah thermostat dari mesin
2.Catat derajat temperatur yang tertera pada thermostat atau lihat pada service manual.
3.Masukkan thermostat kedalam wadah berisi air, jangan diletakkan begitu saja dasar wadah dan harus digantung sampai keseluruhan terendam air.
4.Panaskan air dan catat temperaturnya pada waktu thermostat membuka
5.Ambil thermostat dan ukur jarak terbukanya. Kemudian bagikan dengan spesifikasi yang ada, untuk memastikan apakah masih dapat digunakan atau tidak.